PERKEMBANGAN HARDWARE OUPUT
Hardware atau dalam
Bahasa Indonesia disebut “perangkat keras” yaitu komponen atau bagian fisik
dari sebuah komputer untuk mendukung sistem komputerisasi. Sedangkan output device
adalah perangkat komputer untuk menghasilkan keluaran seperti kertas
(hardcopy), gambar, dll.
Dengan teknologi
zaman sekarang, sulit memprediksi secanggih apa teknologi yang akan muncul di
masa mendatang hardware akan lebih, tapi dengan ide-ide dan produk-produk yang
terus bermunculan, hardware di masa depan akan menggunakan bahan-bahan ramah
lingkungan (degradable) dan lebih praktis, selain itu bahan-bahannya akan lebih
ringan tapi dengan kecepatan yang tinggi.
Monitor
Monitor adalah
perangkat keras softcopy device, fungsi dari monitor yaitu sebagai alat untuk output
(keluaran) menampilkan hasil pemerosesan data-data berupa biner. Dan untuk
menampilkan data-data berupa grafis, supaya pengguna mengetahui apa yang sedang
dioperasikannya pada komputer. Saat ini, ada 3 jenis teknologi monitor yang
digunakan :
A. Cathode Ray Tube
Teknologi Tabung Brown (CRT
Display) ditemukan pada tahun 1897, akan tetapi teknologi ini baru diadopsi
sebagai penerima siaran televisi pada tahun 1926. Sejarah penemuan teknologi
CRT sudah lebih dari 100 tahun dan memiliki kualitas gambar yang sangat bagus.
Akan tetapi teknologi ini mempunyai satu kelemahan yaitu semakin besar display
yang akan dibuat maka semakin besar pula tabung yang digunakan.
Pada monitor CRT, layar
penampil yang digunakan berupa tabung sinar katoda. Teknologi ini memunculkan
tampilan pada monitor dengan cara memancarkan sinar elektron ke suatu titik di
layar. Sinar tersebut akan diperkuat untuk menampilkan sisi terang dan
diperlemah untuk sisi gelap. Teknologi CRT merupakan teknologi termurah
dibanding dengan kedua teknologi yang lain. Meski demikian resolusi yang
dihasilkan sudah cukup baik untuk berbagai keperluan. Hanya saja energi listrik
yang dibutuhkan cukup besar dan memiliki radiasi elektromagnetik yang cukup
kuat.
Jenis-jenis
Monitor CRT :
1. MDA : Monochrome Display
Adapter (tidak berwarna). Tahun pembuatan 1986.
2. CGA : Colour Graphic Adapter (berwarna
tapi tidak bisa untuk OS Windows) Tahun pembuatan 1987.
3. EGA : Enhanced Graphic Array (berwarna,
tidak bisa untuk OS Windows) Tahun pembuatan 1990.
4. VGA : Video Graphic Array (berwarna &
bisa untuk OS Windows, belum bisa Full Screen) Tahun 1992
.
5. SVGA : Super Video Graphic Array (berwarna
& bisa untuk OS Windows, Full Screen) Tahun 1997 – sekarang.
B. Liquid Crystal Display (LCD)
atau Flat Display Panel (FDP)
Monitor LCD tidak lagi
menggunakan tabung elektron tetapi menggunakan sejenis kristal liquid yang
dapat berpendar. Teknologi ini menghasilkan monitor yang dikenal dengan nama
Flat Panel Display dengan layar berbentuk pipih, dan kemampuan resolusi yang
lebih tinggi dibandingkan dengan CRT. Karena bentuknya yang pipih, maka monitor
jenis flat tersebut menggunakan energi yang kecil dan banyak digunakan pada
komputer portabel.
Kelebihan yang lain dari
monitor LCD adalah adanya perbandingan gelap-terang yang telah menyentuh angka
350 : 1. Liquid Crystal Display menggunakan kristal liquid yang dapat
berpendar. Kristal cair merupakan molekul organik kental yang mengalir seperti
cairan, tetapi memiliki struktur spasial seperti kristal. Dengan menyorotkan
sinar melalui kristal cair, tingkat sinar yang keluar dapat dikendalikan secara
elektrik sehingga dapat membentuk panel-panel datar.
Lapisan-lapisan dalam sebuah LCD:
– Polaroid belakang
– Elektroda belakang
– Plat kaca belakang
– Kristal Cair
– Plat kaca depan
– Elektroda depan
– Polaroid depan
– Polaroid belakang
– Elektroda belakang
– Plat kaca belakang
– Kristal Cair
– Plat kaca depan
– Elektroda depan
– Polaroid depan
Elektroda dalam lapisan tersebut
berfungsi untuk menciptakan medan listrik pada kristal cair, sedangkan polaroid
digunakan untuk menciptakan suatu polarisasi.
Dari sisi harga, monitor
LCD memang jauh lebih mahal jika dibandingkan dengan monitor CRT. Dan beberapa
kelemahan yang masih dimilikinya seperti kurang mampu digunakan untuk bekerja
dalam berbagai resolusi, seperti misalnya monitor dengan resolusi 1024 X 768
akan terkesan agak buram jika dipekerjakan pada resolusi 640 X 420. Tetapi
akhir-akhir ini kelemahan tersbut sudah mulai di atasi dengan teknik anti
aliasing.
C. Monitor
LED (Light Emitting Diode)
Monitor LED ini adalah
monitor tercanggih saat ini. Warna yang di tampilkan pada LED memiliki banyak
peningkatan, dan memiliki lebih banyak variasi warna. Biasanya monitor LED lebih
tipis daripada monitor LCD. LED memiliki banyak fitur, misalnya seperti LED
dapat menjalankan teknologi touchscreen, Digital TV dan sebagainya. LED juga memakai
pencahayaan menggunakan teknologi LED backlight.
Cara kerja dari Montor LED :
Sebenarnya LED adalah
dioda, sehingga memiliki kutub. Arah arus konvensional hanya dapat mengalir
dari anoda ke katoda. 2 kawat pada LED memiliki panjang yang berbeda. Kawat
yang panjang adalah anoda sedangkan yang pendek adalah katoda. Arus menentukan
seberapa terang sebuah LED. Lebih besar arus maka lebih terang pula LED itu.
Arus pada LED seharusnya sekitar 10 – 20 mA. Ketika arus melewati sebuah LED,
jatuh tegangan pada LED sekitar 1,6 V, sebenarnya tergantung pada arus yang
ada. Tegangan pada LED tidak hanya sebuah fungsi dari arus, tetapi juga warna
LED dan suhu yang disebabkan perbedaan zat kimia pada LED .
Datasheet LED merupakan
sudut pandang yang lebar berarti cahaya tidak akan sampai jauh, tetapi akan
menyebar. Lampu flash pada kamera memiliki sudut pandang yang lebar. Datasheet
biasanya akan memberikan berupa angka tunggal, tetapi beberapa akan menjelaskan
lebih detail dalam distribusi cahaya per sudut. Dan tentunya pada grafik
panjang gelombang, terdapat nilai puncaknya. grafik ini sangat penting karena
grafik inilah yang berfungsi menghubungkan LED dengan sensor warna.
Kelebihan LED diantaranya menghemat daya
konsumsi listrik, tampilan display yang tajam/lebih baik, radiasi tidak tinggi
sehingga mata tidak mudah lelah. Sedangkan kekurangannya jika mengalami
kerusakan susah di perbaiki atau biaya service yang mahal.
Di masa depan monitor akan menjadi lebih
canggih dengan touchscreen dapat disebut
layar sentuh. Layar sentuh akan menerjemahkan intruksi pengguna melalui
sentuhan pada permukaan layar yang menjadi posisi koordinat pada layar,
kemudian perintah/intruksi tersebut akan di lakukan sesuai dengan gambar/ikon
(yang menjadi koordinat) yang di sentuh oleh pengguna yang ada pada tampilan
layar.
Juga mungkin akan
dikembangkan layar yang bisa ditekuk, digulung seperti kertas, layar tidak terlihat atau hologram yang
ukurannya dapat diperbesar sesuka penggunanya dan memberikan kemudahan membuat
seolah penggunanya serasa “menggenggam dunia”.










Komentar
Posting Komentar